ruangrupa dan RAIN Artist Initiative Network mempersembahkan:
Workshop Urban Printing “Karya Cetak dan Konteks Urban”
Waktu: 10 – 24 November 2000
Seniman: Hauritsa (Jakarta, Indonesia), Irwan Ahmett (Jakarta, Indonesia), David Tarigan (Bandung, Indonesia), Syagini Ratnawulan (Bandung, Indonesia), Alexander Sudheim dari RAIN partners (Durban, Afrika Selatan), Walter van Broekhuizen (Amsterdam, Belanda) dan Reinaart van Hoe (Belgia) dari Rijksakademie.
Dalam Workshop ini ruangrupa mempunyai gagasan bahwa produk cetak dalam masyarakat urban tidak dilihat sebagai hal yang positif saat ini karena interpretasi atas pengertian urban ditekankan di depan produknya sendiri. Artinya, produk tersebut tidak terkonsentrasikan padanya sebagai karya cetak. Sebenarnya, suatu ‘cetak’ dapat sangat mandiri, baik fungsi, sifat, dan bentuknya, meski ia menyerap sebanyak apapun faktor-faktor sosio-ekonomi-politik yang tengah hidup sekarang sebagai semacam titik tolak pembuatannya. Karena itulah ruangrupa mencoba melihat konflik antara ruang individu dan ruang massa yang dalam proses berkarya memerlukan penanganan-penangan khusus.
Untuk itu kami mengundang seniman dari berbagai latar belakang berbeda untuk bekerja secara kolaboratif maupun individu dalam menyelami persoalan urban printing ini.
Workshop urban printing ini berlangsung selama dua minggu di ruang kerja ruangrupa. Selama workshop ini berjalan, seniman lebih banyak masuk dan melakukan pengamatan kepada aspek-aspek sosiokultural dari masyarkat urban. Amatan ini dilakukan dengan terjun langsung kepada tempat-tempat yang merupakan gambaran sebenarnya masyarakat urban di Jakarta seperti; pasar (pasar tradisional, Mall dan Dept Store), alat transportasi (kereta api, bis kota, Mikrolet, Bajaj, Taksi), tempat hiburan (bioskop, diskotik, bar)dan wilayah-wilayah kumuh.
Dari hasil amatan beberapa hari seniman-seniman yang terlibat membuat beberapa alternatif produk seperti stiker, kaos, stiker di LP, dan di koran. Untuk presentasi, semua seniman sepakat untuk menggunakan Mikrolet yang merupakan salah satu alat transportasi utama yang digunakan masyarakat urban di Jakarta. Mikrolet yang digunakan sebagai media presentasi dan pertukaran ini mendatangi tempat-tempat yang ramai yang merupakan tempat-tempat dimana pernah menjadi amatan para seniman sebelumnya. Rute yang dilalui adalah ruangrupa – Blok M – Kota – Pasar Baru dan Taman Ismail Marzuki (Pusat Kesenian Jakarta).