Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::start_lvl(&$output, $depth, $args) should be compatible with Walker::start_lvl(&$output, $depth = 0, $args = Array) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::end_lvl(&$output, $depth, $args) should be compatible with Walker::end_lvl(&$output, $depth = 0, $args = Array) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::start_el(&$output, $category, $depth, $args) should be compatible with Walker::start_el(&$output, $object, $depth = 0, $args = Array, $current_object_id = 0) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::end_el(&$output, $category, $depth, $args) should be compatible with Walker::end_el(&$output, $object, $depth = 0, $args = Array) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php:339) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 62
15 years ruangrupa! – KOMIK MAGNETIK

KOMIK MAGNETIK

RURU Gallery mempersembahkan:
Pameran 10 seniman komik
Erwan Hersi Susanto a.k.a Iwank
Fida Irawanto
Sulung Widya
Prihatmoko Catur a.k.a Moki
Ign. Ade
Rhoald Marcellius
Azisa Noor
Aji Prasetyo
Sheila Rooswita
Eko S. Bimantara

KOMIK MAGNETIK
(kurator: Ifan Ismail & Yudha Sandy)
{gallery}2009/komik_magnetik{/gallery}

Pembukaan pameran:
Jumat, 13 November 2009 (jam 17.00 s/d selesai)
Dimeriahkan oleh: Airport Radio (Jogjakarta), PILOX Api (Jakarta), serta teman-teman yang berbahagia..

di
ruru_gallery
Jl. Tebet Timur Dalam Raya, No. 6
Tebet
Jakarta Selatan
12820

p/f: +62-(0)21-830.4220
e: info@ruangrupa.org

Pameran berlangsung tanggal 14 – 29 November 2009
RURU Gallery buka setiap hari Senin sampai Sabtu, jam 11.00 – 21.00
(RURU Gallery tutup dan tidak beroperasi pada hari Minggu, serta hari libur nasional)
{gallery}2009/komik_magnetik/foto1{/gallery}
Sebagai lanjutan dari workshop kurator yang diadakan oleh ruangrupa satu tahun yang lalu, ruangrupa mengundang 2 kurator muda yang mengikuti workshop kurator tahun lalu: Ifan Ismail (Jakarta) dan Yudha Sandy (Jogjakarta) untuk bekerjasama sebagai kurator dalam pameran ini. Sama-sama aktif di dunia komik dan juga getol mengomik, keduanya mengundang 10 seniman komik generasi baru yang memiliki karya-karya yang segar baik dari segi cara bertutur, ide cerita maupun tehnik visualisasi yang berkarakter. Lewat kolaborasi 2 kurator muda; Ifan dan Yudha, pameran di RURU Gallery kali ini akan mempresentasikan perkembangan terbaru dari karya seniman-seniman yang intens bekerja dengan medium komik.
RURU Gallery


{gallery}2009/komik_magnetik/foto2{/gallery}
Telah lewat masanya menyesali status komik sebagai pariah, baik dalam dunia seni rupa maupun sastra. Kemunculan kembali komik Indonesia sejak pertengahan dekade 1990-an menandakan bahwa medium ekspresi yang satu ini tidak akan pernah mati, apa pun pandangan orang terhadapnya. Suka tidak suka, komik adalah magnet bagi perupa yang ingin mendongeng.

Hingga kini, belum juga lewat masanya (meskipun seharusnya segera disudahi) komik dipersepsi hanya sebagai pameran skill gambar atau pose keren atau ekspresi asal-asalan. Tragisnya, persepsi itu justru laten di dalam dunia komik sendiri.

Maka tidak berlebihan jika kita berharap didongengi lagi oleh perupa yang cakap bercerita lewat gambar, karena itulah intinya komik. Kali ini, dari balik hiruk pikuk komik Indonesia kiwari yang entah kapan bangkit, kami menggamit beberapa seniman komik yang niatannya bersahaja: menceritakan sesuatu.
Ifan Ismail

download: kuratorial text (catatan_kuratorial_komik_magnetik_ifan.doc)

{gallery}2009/komik_magnetik/foto3{/gallery}
Kebebasan dan kesenangan.. Seperti media pop yang lain, komik mempunyai magnet untuk digandrungi. Cara paling murah bagi anak muda untuk menunjukkan kualitas kehidupan, dan tampil seksi. Saya  selalu mencermati event serupa beberapa kali sebelumnya. Pasti selalu muncul new comer, dan disaat yang bersamaan selalu ada yang komunitas yang tak terlihat lagi. Seperti ditelan bumi.

Untuk pameran komik magnetik, kami memilih sepuluh artis komik atau komunitas. Penilaian yang utama adalah, konsisten. Mereka tetap berkarya, tidak ambil pusing apakah komik sedang ngehit atau tidak! Didukung oleh teknik yang cukup disiplin, bahkan membedah pokok medium. Karya yang dipamerkan, dibuat dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Ide komiknya cukup beragam. Tentang keseharian rumah tangga, humor, satire yang mengomentari apapun, cinta melankolis sampai terasa sakit, petualangan anak-anak, eksperimen teknik kolase, dialog yang berputar dengan skenario garis lurus, bahkan komik dengan riset detail.
Yudha Sandy

download: flyer text (text_flyer_komik_magnetik_sandy.doc)

Tentang komikus yang terlibat di pameran kali ini:

  • Erwan Hersi Susanto (iwang/yellow teeth): Komiknya banyak. Ide-ide ceritanya berasal dari kejadian sehari-hari. Tentang kisah dirinya dan teman-temannya. Dibawakan secara humor dan liar. Komik hasil karyanya yang telah beredar, antara lain: Kornchong Chaos, Hidup Adalah Pilihan Tapi Jangan Pilih-Pilih, dan komik serial yang diproduksi antara tahun 2004-2007.
  • Fida Irawanto (kid’s ‘n’ bird): Fida sangat tertarik dengan dunia anak-anak. Komik-komiknya bercerita tentang petualangan anak-anak yang tinggal di pasar burung. Ia berniat membuat cerita komik untuk anak-anak agar mereka terinspirasi akan petualangan dan tidak hanya main sendiri di rumah. Komik hasil karyanya yang telah beredar, antara lain: Turis, Maling Burung dan Mimpi Jadi Superhero.
  • Sulung Widya (robokid): Selalu menciptakan komik (dan karya yang lain) dengan teknis kolase. Ia menyukai robot, oleh karena itu, kolasenya banyak menampilkan figur robot. Ia tertarik untuk mengulik kisah dan gambar lama, serta ingin mengangkat sejarah seorang tokoh indian. Dan dikomiknya sering tersirat sebuah pesan yang bisa menjadi teladan. Gambar-gambar surealis, dada, dan cover kaset dead kennedys adalah segelintir inspirasinya. Salah satu komik hasil karyanya yang telah beredar adalah: robokid.
  • Prihatmoko Catur (moki/babakbelur): Sudah sekian lama membuat komik; terhitung sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR). Komiknya yang menonjol adalah edisi yang terakhir; seri babak belur. Sebuah rangkaian cerita komik yang lucu dan berangkat dari situasi sosial, antara lain: aksi bom, ganyang malaysia, audisi band indie, dan sebagainya: yang kemudian dengan gaya bercanda serta menganggap semuanya seolah tidak penting, ia berusaha menyindir lewat komik. Komik hasil karyanya yang telah beredar, antara lain: babak belur #1, babak belur #2, babak belur #3, dan komik ganyang malaysia yang ia tampilkan melalui media jejaring sosial facebook.
  • Ign. Ade (pohon bergerak): Komik yang dihasilkan termasuk unik. Ia sudah tidak lagi mendapatkan kepuasan membuat komik dengan teknik biasa, yang menampilkan rentetan adegan/gambar. Ia lebih tertarik untuk ‘membekukan’ gambar dan kisah; yang menurutnya lebih cocok dengan situasi dirinya yang suka menyimpan satu kejadian di satu tempat. Filosofinya seperti pohon yang diam di pantai, tapi sebenarnya bergerak-gerak karena angin. Selain bercerita tentang dirinya, ia juga tertarik dengan gosip para musisi avantgarde. Komiknya yang berjudul 23, bercerita tentang Ian Curtis yang meninggal di usia 23 tahun. Ada juga komik tentang gosip Nico dan Lou Reed. Komik hasil karyanya yang telah beredar, antara lain: 1, 2, 3, 4, made of glue, 23, dan Living In.
  • Rhoald Marcellius: Terlihat layaknya cerminan khas anak urban: ‘gaul’, kaya referensi, dan cenderung emo. Tapi yang membuatnya menarik adalah pathos di kisah-kisah komik yang dibuatnya. Meskipun memang banyak yang berbicara soal cinta, namun ada keterpesonaan terhadap fantasi yang gelap; bahkan nampak seperti terobsesi dengan maut. Dia selalu menyajikan hasil karyanya dengan sangat manis. Seperti ironi yang pahit sekaligus manis. Barangkali tema ini cukup jamak. Namun, melihat konsistensi dan banyaknya karya yang telah ia buat, itu sudah cukup berbicara banyak mengenai pesona kontemporer terhadap kematian. Silahkan tengok hasil karya komiknya melalui situs berikut: http://pumpkinbear.multiply.com/photos/album/
  • Azisa Noor: Azisa dikenal karena novelty yang terdapat di dalam karya-karyanya. Berangkat dari estetika manga -seperti kebanyakan komikus yang muncul pada generasinya-, namun komposisi surreal yang selalu berbicara dari dalam, merupakan sesuatu yang bisa menghubungkan ia dengan pembacanya. Bukan dari sisi naratif, sayangnya, tapi dari permainan warna dan komposisi tadi. Konon yang membuat kecewa beberapa orang adalah; bahwa dia tidak banyak berkembang sejak itu. Namun, melihat dia telah menemukan cara bertutur dengan komik adalah merupakan sebuah keistimewaan tersendiri. Kegelisahannya lebih banyak berakar dari apa yang mau diceritakan, bukan pada bentuknya. Mungkin kenyamanan akan bentuk yang ‘beresiko’, telah membuatnya selalu menjadi begitu-begitu saja, serta kelak tertelan arus estetika lain (kalaupun memang hal tersebut ada). Rasa hormat yang teramat dalam terhadap sikap konsisten yang selama ini ia miliki. Azisa bagaikan pengrajin yang telah menemukan jalur inspirasinya, dan berkarya dari hati, meskipun mengorbankan liarnya penjelajahan medium. Silahkan tengok hasil karyanya melalui situs berikut: http://scarlet_dragonchild.devianart.com
  • Aji Prasetyo: Seorang seniman survivalis, yang mau dan mampu bekerja apa saja demi menyambung hidup dan berkesenian. Amat sangat peka terhadap lingkungannya dan bahkan bisa bermanuver dengan cantik. Anggaplah dia seorang Gola Gong di masa muda, tapi bicara lewat komik; dengan nada yang sedikit lebih sinis. Tapi kalau sudah mengerjakan komik, terlihat betapa pekanya dia bicara tentang manusia, dan betapa terobsesinya dia dengan riset untuk cerita yang ia pilih. Anggaplah ini sebuah atittude yang jarang kita miliki, dan seharusnya bisa menjadi pelajaran yang berharga. Tengoklah hasil karyanya melalui situs berikut: http://klewang.multiply.com/photos/album/
  • Sheila Rooswita: Alamak! Jikalau Rhoald dianggap bisa mewakili tipikal anak muda kelas menengah yang punya kecenderungan emo, maka Sheila adalah jauh lebih tipikal lagi. Tidak tampak terobosan estetika apa pun di dalam karya-karyanya, kecuali bahwa dia sangat terpengaruh komik-komik Eropa generasi Asterix dan sejenisnya. Namun kalau boleh jujur, segala keterbatasan tentang pengalamannya sebagai komikus, Sheila tetap ingin membagi dunianya: yang tanpa ada pretensi atau kegenitan apapun. Cukup banyak yang harus diperdebatkan ketika muncul ide untuk melibatkan Sheila dalam project ini. Debat tinggal debat. Karya komik Sheila terpamer dengan unik di pameran kali ini. (silahkan kunjungi situs: http://okeboo.multiply.com untuk melihat-lihat karya komik yang telah dibuat oleh Sheila)
  • KRL (Komik Kurang Lucu, buah karya Eko S. Bimantara): “Eko S. Bimantara, anak tunggal dari ayah yang suka gambar dan ibu yang suka ngaji. Punya cita-cita jadi astronot, tapi setelah tahu tes-nya harus muter-muter di pesawat simulasi, akhirnya berubah jadi komikus karena dari kecil emang udah dikenalin komik sama bokap (Petruk Gareng-nya Tatang S, dan Asterix & Obelix-nya Albert Uderzo). Lahir 30 Mei 1988 di Jakarta. Besar dan dapet pendidikan TK, SD, SMP, SMA di Cileungsi, Bogor. Sekarang lagi kuliah di S1 jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta. Seneng sama gambar dari SMP, pengen di terusin ke kuliah dan kata bokap sih yaudah (padahal ada tawaran di Pariwisata). Setelah 2 tahun bergelut di kampus dengan kegiatan akademis maupun non-akademis di ajak ikut gabung di Serrum. Setelah satu tahun bergelut di Serrum, akhirnya tercapai cita-cita untuk jadi komikus.” –diambil dari situs: http://serrum.org, dan jika ingin mengetahui lebih jauh tentang karya-karya Eko, sudilah sejenak mampir ke beberapa situs berikut ini: http://www.facebook.com/pages/KRL-Komik-Rada-Lucu dan http://ekotoon.wordpress.com