Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::start_lvl(&$output, $depth, $args) should be compatible with Walker::start_lvl(&$output, $depth = 0, $args = Array) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::end_lvl(&$output, $depth, $args) should be compatible with Walker::end_lvl(&$output, $depth = 0, $args = Array) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::start_el(&$output, $category, $depth, $args) should be compatible with Walker::start_el(&$output, $object, $depth = 0, $args = Array, $current_object_id = 0) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::end_el(&$output, $category, $depth, $args) should be compatible with Walker::end_el(&$output, $object, $depth = 0, $args = Array) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php:339) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 62
15 years ruangrupa! – HAPPINESS

HAPPINESS

RURU Gallery mempersembahkan:
Pameran tunggal seni rupa
Irwan Ahmett

HAPPINESS
{gallery}2008/happiness{/gallery}
pembukaan pameran & artist talk:
Jumat, 13 Juni 2008 (jam 17.00 s/d selesai)

di
ruru_gallery
Jl. Tebet Timur Dalam Raya, No. 6
Tebet
Jakarta Selatan
12820
p/f: +62-(0)21-830.4220
e: info@ruangrupa.org

pameran berlangsung tanggal 14 – 28 Juni 2008
RURU Gallery buka setiap hari Senin sampai Sabtu, jam 11.00 – 21.00
(RURU Gallery tutup dan tidak beroperasi pada hari Minggu, serta hari libur nasional)
{gallery}2008/happiness/foto1{/gallery}
It’s simple
Semua orang ingin bahagia,
It’s complicated
Karena tidak semua orang dapat meraihnya
It’s ironic
Semakin dicari makin sulit kita menemukannya

Good news:
Happiness project adalah sekumpulan gagasan Irwan Ahmett tentang pencapaian dan pencarian makna kebahagiaan, dengan melibatkan berbagai media yang ia akrabi dalam kesehariannya. Karena Kebahagiaan merupakan inspirasi terbesar dalam hidupnya.

Setuju atau tidak, Happiness sangat berarti dalam kehidupan kita.

Lantas apakah Happiness itu?

Bisa jadi semua bentuk yang sesuai dengan kehendakmu atau..?

Melalui Happiness Project Irwan ahmett akan mencari titik-titik kebahagiaan dalam kehidupan kita.

Dimanakah kebahagiaan itu berada? Apakah ada dalam dirimu? Atau kamu sedang mencarinya? Bahkan telah lama tidak menemukannya..

Mari kita cari bersama..

Irwan Ahmett, 2008
{gallery}2008/happiness/foto2{/gallery}

Irwan Ahmett, bekerja sebagai desainer grafis profesional (ahmett salina studio) selama satu dekade telah membuat dinamika kreativitasnya berkembang. Ia biasa mengolah ekspresinya melalui pesan-pesan atraktif dan minatnya untuk melakukan interaksi dengan publik kerap kali menghasilkan karya-karya menarik dan inspiratif. Beberapa karya yang masih diiingat baik oleh publik diantaranya adalah Mad Mud kampanye lumpur Lapindo yang tak berujung; polusi dan banjir di Jakarta yang tak pernah jera; dan proyek panjang Change Yourself yang mendapat sambutan sangat positif, melalui proyek tersebut ia menawarkan sebuah pilihan hidup yang mau tidak mau harus dan akan kita lakukan yaitu ‘perubahan’.

Selesai dengan Change Yourself (2007), Irwan Ahmett kembali menyuguhkan gagasan lain yang lebih segar, terkini, dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, yaitu “Happiness”. Proyek Happiness ditujukan bagi mereka yang berusia 27-35 tahun. Sebuah segmentasi terbatas, selain karena dekat dengan dunia Irwan Ahmett sekarang, rentang usia itu adalah fase dimana kita mulai mencari arti kebahagiaan yang sesungguhnya.
RURU Gallery

{gallery}2008/happiness/foto3{/gallery}
Pameran tunggal Irwan Ahmett bertitel HAPPINESS mengawali dibukanya galeri baru ruangrupa, RURU Gallery. Sebelumnya, ruangrupa memang telah memiliki fasilitas ruang pamer, tapi kami tidak pernah menyebutnya sebagai galeri. Setelah 8 tahun ruangrupa berdiri, kami membuat sebuah program baru yaitu program dukungan dan diseminasi. Salah satunya dalam bentuk pameran, dengan target 6 pameran seni rupa dalam setahun. Terdiri dari 5 pameran tunggal dan 1 pameran kelompok. Program ini ditujukan guna mendukung, memperkenalkan, juga mempromosikan seniman dan kurator muda dalam bekerja bersama menampilkan karya-karya baru, khususnya karya-karya seni media baru. Yang bergagasan menarik dan menyegarkan, juga karya konseptual, yang semuanya berhubungan dengan kehidupan masyarakat urban.Untuk itu, kami mem-vermak ruang pamer kami menjadi sebuah galeri seni yang representatif, sebagai salah satu infrastruktur yang dapat mendukung perkembangan seni rupa kontemporer.

Sebagai pembuka, kami memilih untuk menampilkan karya terbaru dari seniman muda asal Jakarta, Irwan Ahmett, yang bukan pilihan sembarangan. Irwan Ahmett, yang juga bekerja sebagai designer grafis professional, adalah salah satu seniman paling produktif saat ini dan banyak berkarya dengan media baru. Salah satu karya terakhirnya yang paling fenomenal adalah sebuah project panjang CHANGE YOURSELF, yang berlangsung selama 2 tahun, dari 2005 sampai 2007.

Dalam dunia seni rupa sekarang, karya-karya media baru telah mengubah pemahaman lama mengenai konsep dan ruang berkarya seni rupa, sehingga telah terjadi pergeseran pemahaman terhadap praktek kerja seni rupa di masa sekarang. Dari seniman yang dulunya bekerja di studio tertutup untuk melakukan aktivitas kerja seninya demi menampilkan “emosi jiwa” atau “ekspresinya” ke dalam karya 2 dimensi yang kemudian dipajang di dinding galeri, kini menjadi seniman yang “turun gunung” atau keluar studio untuk berinteraksi dengan lingkungan atau orang-orang dalam melakukan aktivitas kerja seninya demi membagi “pengalaman sosial”, dan menjadikan proses atau aktivitas kerjanya sebagai juga bagian dari karyanya. Pola kerja yang terakhir ini, mengharuskan seniman untuk merancang suatu strategi kerja dengan metode tertentu dalam sebuah pengaluran aktivitas kerja yang kemudian dinamakan art project, dan mengikutsertakan seluruh proses kerjanya kedalam presentasi akhir karyanya demi mengkomunikasikan karyanya kepada publik.

Lewat project panjang CHANGE YOURSELF (2005-2007), Irwan Ahmett, yang akrab dipanggil Iwang, melakukan aktivitas seninya dengan pola kerja yang terakhir saya sebut diatas. Ia melemparkan gagasan “Change Yourself” kepada publik, yang didasarkan atas pengalaman personalnya. Ketika gagasannya ini masuk ke wilayah publik yang luas, gagasan ini kemudian menjadi persoalan semua orang. Untuk itu Iwang melakukan serangkaian kerja panjang dalam rangka menyebarkan gagasannya ini. Layaknya iklan produk yang dibikin biro advertising, Iwang membuat sebuah kampanye tentang gagasannya ini lewat presentasi di ruang-ruang publik, pameran, wawancara di media cetak, di televisi, propaganda lewat barang cetakan seperti sticker yang berjumlah ribuan yang tersebar di berbagai kota, juga poster, dan bahkan membuat program radio sendiri di sebuah radio swasta di Jakarta. Dari sini, ia mengadakan kontak langsung dengan publik untuk melalukan konsultasi tentang perubahan, yang ditemuinya baik secara langsung atau lewat sms maupun e-mail. Selain itu juga untuk mendukung promosi project ini, seperti sebuah group musik yang baru saja merilis album barunya, Iwang membuat beberapa item merchandise yang berhubungan dengan project-nya ini, diproduksi dan dijual untuk umum berupa t-shirt dan pin.

Project CHANGE YOURSELF ini yang dikerjakan dengan pola kerja “baru” membuat karyanya mampu menembus sekat-sekat galeri konvensional dalam dunia seni rupa. Karya ini diapresiasi oleh orang banyak, tidak hanya oleh publik yang terbiasa mendatangi acara-acara budaya atau pameran seni rupa, malahan lebih populer di luar kalangan itu, dibicarakan dimana-mana baik oleh anak muda maupun yang sudah tidak muda lagi, sticker dan produk pin-nya ditemui dimana-mana menyaingi sticker band populer masa kini yang sedang ‘hype’ di kalangan muda-mudi perkotaan, tapi sepengamatan saya, sayangnya tidak digubris sama sekali oleh para kritikus dan pengamat seni rupa.

Menurut saya, keberhasilan Iwang pada project CHANGE YOURSELF adalah pada gagasan tentang “perubahan” yang sangat personal,dan juga relevan dengan kondisi sosial masyarakat sekarang, dan jangan lupakan, juga terutama karena cara Iwang mengeksekusi gagasannya, dengan menggunakan praktek kerja seni rupa masa kini, yaitu cara-cara dan media-media yang lebih intim bagi masyarakat sekarang. Latar belakang profesinya sebagai graphic designer selama satu dekade, membuat Iwang memiliki skill untuk melakukan segala aktivitas yang diperlukan demi mendukung project-nya ini, antara lain dalam melakukan presentasi, berinteraksi langsung dengan publik dan membuat propaganda. Iwang tahu betul bagaimana cara mengkomunikasikan pesannya dan sadar betul kepada siapa pesannya ingin disampaikan. Gagasan “untuk merubah dirimu” ini dilakukan dengan pendekatan personal secara langsung, yang menantang hasrat orang untuk berubah dan menginspirasi banyak orang untuk melakukan perubahan.

Pada pameran kali ini di RURU Gallery, Irwan Ahmett membuat presentasi awal dari proyek seni terbarunya bertajuk HAPPINESS, sebuah gagasan lain yang lebih segar, terkini, dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini. Proyek ini adalah sekumpulan gagasan Irwan Ahmet tentang pencapaian dan pencarian makna kebahagiaan, dimana Iwang akan mengajak publik untuk mengikuti proses pencarian kebahagiaan. Mempertanyakan kembali konsep kebahagiaan dan bermain-main dengan gagasan tersebut. Mengusik kepala dan hati kita dengan sebuah pertanyaan sederhana, “Apakah kamu bahagia?”

Dalam text untuk publikasi pameran ini, Irwan Ahmett menuliskan:

It’s simple
Semua orang ingin bahagia
It’s complicated
Karena tidaksemua orang bisa meraihnya
It;s ironic
Semakin dicari makin sulit kita menemukannya.”

Disini, Irwan Ahmett mencoba untuk mempertanyakan hasrat terdalam manusia yaitu hasrat untuk menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan tentunya yang menarik pada proyek seni ini adalah, Iwang tidak mengurung diri selama berbulan-bulan di ruang tertutup demi mencari ilham untuk mendapatkan inspirasi dalam mengeksekusi karyanya, melainkan dengan cara keluar menemui publik, yang dimulai dengan menemui kolega-koleganya. Melakukan interaksi, untuk berbagi pengalaman akan kebahagiaan secara personal, mencari perspektif kebahagiaan bersama-sama dengan orang-orang yang ditemuinya.

Ketika menemui beberapa kolega dekatnya, Iwang mencoba merekam hal-hal atau momen bahagia yang dialami oleh mereka lewat photography. Salah seorang koleganya, Anwar, yang bekerja sebagai guru Bahasa Inggris, mendapati dirinya merasakan kebahagiaan saat melakukan aktivitas lari pagi di area Kebun Binatang Ragunan, dan kemudian bermain-main dengan salah satu hewan kesukaannya, seekor Kuda Nil. Melalui proses kerja ini, Anwar membagi pengalaman personalnya kepada Iwang. Iwang kemudian merekam momen ini, meng-capture sepotong kehidupan orang lain, menbaginya kepada kita semua dan menjadikannya inspirasi bagi orang lain untuk menemukan kebahagiannya.

Dengan metode kerja seperti ini, sebagai seniman, Iwang mencoba menyampaikan pesan personalnya lewat hubungan antar manusia yang bersifat intim dan menggunakan media yang bersifat kekinian, menggunakan “bahasa” yang sesuai dengan perkembangan zamannya.

Saya disini (lagi-lagi) mengutip kata-kata dari kawan saya, salah satu pendiri ruangrupa, Ronny Agustinus, yang kebetulan juga pernah tinggal sekamar dengan Irwan Ahmett di masa silam. Hal ini dikatakannya delapan tahun yang lalu: “Seniman tidak lagi bisa berkarya di ruang publik demi penyadaran, sebab kesadaran masyarakat kini dibangun oleh media massa dan LSM. Seniman tidak bisa lagi menyajikan hiburan, sebab sudah banyak media yang jauh lebih menghibur seperti koran kuning dan televisi. Seniman tidak lagi bisa mengganggu publik, mengejutkan publik, sebab publik sudah terganggu dengan soal ekonomi keseharian dan biasa terkejut dengan kebijakan politik yang kerap berubah. Jadi, satu-satunya cara seniman masuk ke ruang publik adalah lewat cara-cara yang lebih intim, bicara hal yang lebih personal, sebab publik bukanlah entitas anonim, tapi kumpulan banyak orang yang punya nama, sejarah dan perasaannya sendiri-sendiri.”

Indra Ameng, program coordinator Support and Promote Division – ruangrupa