Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::start_lvl(&$output, $depth, $args) should be compatible with Walker::start_lvl(&$output, $depth = 0, $args = Array) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::end_lvl(&$output, $depth, $args) should be compatible with Walker::end_lvl(&$output, $depth = 0, $args = Array) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::start_el(&$output, $category, $depth, $args) should be compatible with Walker::start_el(&$output, $object, $depth = 0, $args = Array, $current_object_id = 0) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Declaration of CSNV_Walker_Category_Checklist::end_el(&$output, $category, $depth, $args) should be compatible with Walker::end_el(&$output, $object, $depth = 0, $args = Array) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php on line 339

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/jcarousel-post-slider/jcarousel-post-slider.php:339) in /home3/ruru456/public_html/15/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 60
15 years ruangrupa! – urban print 2000

urban print 2000

ruangrupa dan RAIN Artist Initiative Network mempersembahkan:

Workshop Urban Printing
“Karya Cetak dan Konteks Urban”
(10 – 24 November 2000)

Dalam Workshop ini Ruangrupa mempunyai gagasan bahwa produk cetak dalam masyarakat urban tidak dilihat sebagai hal yang positif saat ini karena interpretasi atas pengertian urban ditekankan di depan produknya sendiri. Artinya, produk tersebut tidak terkonsentrasikan padanya sebagai karya cetak. Sebenarnya, suatu ‘cetak’ dapat sangat mandiri, baik fungsi, sifat, dan bentuknya, meski ia menyerap sebanyak apapun faktor-faktor sosio-ekonomi-politik yang tengah hidup sekarang sebagai semacam titik tolak pembuatannya. Karena itulah Ruangrupa mencoba melihat konflik antara ruang individu dan ruang massa yang dalam proses berkarya memerlukan penanganan-penangan khusus.

Untuk itu kami mengundang seniman dari berbagai background yang berbeda untuk bekerja secara  kolaboratif maupun individu dalam menyelami persoalan urban printing ini.

Pada workshop ini kami mengundang Hauritsa (Jakarta, Indonesia), Irwan Ahmett (Jakarta, Indonesia), David Tarigan (Bandung, Indonesia), Syagini Ratnawulan (Bandung, Indonesia), Alexander Sudheim dari RAIN partners (Durban, Afrika Selatan), Walter van Broekhuizen (Amsterdam, Belanda) dan Reinaart van Hoe (Belgia) dari Rijksakademie participant.

Workshop urban printing ini berlangsung selama dua minggu di ruang kerja ruangrupa. Selama workshop ini berjalan, seniman lebih banyak masuk dan melakukan pengamatan kepada aspek-aspek sosiokultural dari masyarkat urban. Amatan ini dilakukan dengan terjun langsung kepada tempat-tempat yang merupakan gambaran sebenarnya masyarakat urban di Jakarta seperti; pasar (pasar tradisional, Mall dan Dept Store), alat transportasi (kereta api, bis kota, Mikrolet, Bajaj, Taksi), tempat  hiburan (bioskop, diskotik, bar)dan wilayah-wilayah kumuh.

Dari hasil amatan beberapa hari seniman-seniman yang terlibat membuat beberapa alternatif produk seperti stiker, kaos, stiker di LP, dan di koran. Untuk presentasi, semua seniman sepakat untuk menggunakan Mikrolet yang merupakan salah satu alat transportasi utama yang digunakan masyarakat urban di Jakarta. Mikrolet yang digunakan sebagai media presentasi dan pertukaran ini mendatangi tempat-tempat yang ramai yang merupakan tempat-tempat dimana pernah menjadi amatan para seniman sebelumnya. Rute yang dilalui adalah ruangrupa – Blok M – Kota – Pasar Baru dan Taman Ismail Marzuki (Pusat Kesenian Jakarta).

ruangrupa dan RAIN Artist Initiative Network present:

“Urban Printing Workshop”
(10 – 24 November 2000)

Printing product, which is existing in Jakarta urban culture, has never seen positively, because the urban ideas always interpreted upon the product itself. It means the product has not been concentrated as printing works. “Prints” could stand very autonomous, in its function, and form, although its absorb as much as it could the element of contemporary social-economic-politic as starting point of creation. We try to see the conflicts between communal and individual space in creative process that very interesting to observe.

We invite artist from different background to work in collaborative or individual way to observe, and interact with the urban printing as a subject matter.

The artist who participate: Hauritsa (Jakarta, Indonesia), Irwan Ahmett (Jakarta, Indonesia), David Tarigan (Bandung, Indonesia), Syagini Ratnawulan (Bandung, Indonesia), Alexander Sudheim RAIN partners (Durban, Afrika Selatan), Walter van Broekhuizen (Amsterdam, Netherlands) and Reinaart van Hoe (Belgium) – Rijksakademie participant.

During the this two weeks workshop, the artist observe and investigate the social-cultural elements in the Jakarta urban society. They did the observation by directly jump into the place which has the ‘real picture’ of Jakarta urban life, such as; market [traditional market, Mall, Dept.store etc.], public transportation [bus, train, Mikrolet, bajaj, etc], entertainment places [cinema, discotheque, pub, etc], and Jakarta slum area.

After few days observing and collecting some materials, all the participating artist start to interact and work on few alternative product, stickers, t shirt, stickers on LP, sex toys manual book and images on newspaper.

For the presentation we use one of the main public transportation in Jakarta called Mikrolet [could carry twelve passengers]. This Mikrolet we use as medium for presentation and exchange is travel to the place where the artist has their observation. The routes, ruangrupa – Blok M – Kota – Pasar Baru and Taman Ismail Marzuki [Jakarta Art Center].