Public Art Workshop/Debat: Taring Padi dan Apotik Komik

ruangrupa bekerjasama dengan The Japan Foundation, Studio Hanafi, Sanggar Ciliwung, dan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta, mempersembahkan:

Public Art Workshop/Debat:
Taring Padi dan Apotik Komik
01 – 15 Juni 2000

Workshop ini mengundang dua kelompok dari Yogyakarta, yang dalam beberapa waktu terakhir bekerja di public space. Mereka adalah Lembaga Budaya Kerakyatan (LBK) Taring Padi dan Apotik Komik yang oleh media massa dianggap berbeda dalam cara pandang melihat ‘public art’.

Pelaksanaan workshop ‘public art’ di Studio Hanafi (seorang pelukis dari Jakarta) dan kedua kelompok tinggal di tempat ini selama dua minggu. Selama workshop ini berlangsung  Ruangrupa mengadakan debat bersama kedua kelompok ini dan mengundang dua orang pembicara dengan perspektif yang berbeda yaitu; Marco Kusumawijaya (Ketua Masyarakat Lingkungan Binaan, Architect, Pengamat Urban Space, bekerja di Bristish Council), dan FX Harsono (seniman, penulis kritik seni, salah seorang seniman pada Gerakan Senirupa Baru pada akhir 70-an sampai awal 80-an). Pada akhir workshop kedua kelompok mempresetasikan karyanya dan melakukan debat terbuka di Hall Japan Foundation.

Selama workshop berlangsung Kelompok Taring Padi lebih banyak bekerja di public space secara  lansung yaitu melibatkan masyarakat di sekitar Kali Ciliwung Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut Taring Padi membuat sebuah Baliho raksasa dengan gambar masyarakat di sekitarnya dan menempelkan poster-poster tentang kritik sosial. Dalam hal ini Ruangrupa banyak dibantu oleh Komunitas Sanggar Ciliwung pimpinan Romo Sandyawan yang membina masyarakat miskin dan kaum urban di lokasi tersebut.

Kelompok Apotik Komik lebih banyak bekerja di studio dan melakukan pengamatan terhadap pada mass trafic transport di Jakarta. Karena Apotik Komik mengajukan sebuah konsep tentang perlakuan berbeda terhadap bis kota di Jakarta dengan membuat maket. Dalam hal ini Apotik Komik berencana membungkus bis di Jakarta  pada pembungkus tersebut adalah semacam  parodi dan satir pada pengguna bis kota di Jakarta.

ruangrupa with the support from The Japan Foundation, Hanafi Studio, Sanggar Ciliwung [Ciliwung community], and Jakarta Art Institute students, present:

Public Art Workshop/Debate:
Taring Padi and Apotik Komik
01 – 15 June 2000

In this workshop we invite two groups from Yogyakarta which is intensively works in public space, these two groups are: Lembaga kerakyatan Taring Padi and Apotik Komik, mass media always confront them as two groups with different standpoint to see the public art.

The workshop took place in Hanafie studio (situated in Depok; in a suburb of Jakarta), and these two groups were stay for two weeks together, during the workshop ruangrupa arrange the debate between these two groups and two other speakers with different discipline and perspective. The speakers are Marco Kusumawijaya [Architect, Urban city researcher] and FX Harsono [artist, and art critics]. In the end of the workshop two groups who participate present their works and discuss it on ‘open debate’ at Japan Foundation.    

During the workshop Taring Padi intensively working in public space and directly involve with the people around Ciliwung river [it’s a big slum area in the side of Ciliwung river-big river in Jakarta], on that site Taring Padi make a big ballyhoo with all the pictures inspired by the situation and people who live on that specific location, and they also work together with the people who live there.  In this project ruangrupa have a lot of help and support from Ciliwung’s Community [Komunitas Sanggar Ciliwung], organized by Romo Sandyawan who support urban and poor people live in that area.

The Apotik Komik was focused on observation of public transport in Jakarta. They come up with different approach about how to treat the bus as a main public transport in Jakarta; the idea is to cover the bus with the parody and satire picture of bus user in Jakarta.